Ikut Berbagai Workshop, Tapi Belum Jago Nulis?

Ikut Berbagai Workshop Tapi Masih Belum Jago Nulis?

Ada gak sih di sini yang senasib dengan saya?
udah ikut berbagai macam pelatihan kepenulisan baik yang online maupun offline. Tapi kok ngerasa belum jago-jago amat dalam hal tulis-menulis.

Saya kayaknya lagi ngalamin hal ini.
Sebetulnya apa yang salah? kelas menulis yang ilmunya kurang manjur atau saya aja yang menyerapnya kurang maksimal.

What's wrong?

Okeh mari kita coba selidiki sodarah-sodarah...

Motivasi belajar Menulis

Pertama kita selidiki motivasi belajar, saya belajar nulis buat apa? pingin sekedar nuliskah, pingin bikin bukukah atau pingin terkenal.

Kalau dipikir-pikir motivasi saya menulis itu cuma satu, saya pingin menerbitkan buku, bermanfaat, jadi amal ibadah dan jadi di kenal orang adalah bonusnya. Saya pingin meninggalkan legacy ke anak cucu dalam bentuk fisik, kalau di blog kan kita hanya meninggalkan tulisan di dunia maya.
Saya pikir masuk akal. eh.. tapi itu bukan cuma satu ding.

Sumber belajar

Kedua, mari kita selidiki sumber belajarnya. Saya belajar menulis dari berbagai sumber, mulai dari blog, buku, grup-grup online kepenulisan bahkan ikutan workshop secara langsung.
Oke saya sudah belajar di jalur yang sepantasnya, bukan dijalur hitam, seperti ke dukun, bertapa, bakar menyan atau mandi di tujuh sumur.

Jadi saya tidak bisa berharap. kalau ikutan workshop di sana-sini, bakalan langsung bisa langsung jago nulis, apalagi bisa bikin satu buku dan dijual biar laris. tidak seinstan itu, Guys.
Mungkin kalau di jalur hitam bisa kali ya, instan langsung jago nulis, kalau di sirep setan, tapi udahannya bisa aja makan tumbal. hiii....  seremm.....

Dan menurut pengalaman(bukan pengalaman pribadi). Enggak ada hal yang sebetulnya bisa membuat kita langsung jago nulis, walau udah ikut workshop kelas yang mahal sekalipun.

Oke kita sudah selidiki dua tadi, sekarang kita selidiki yang ketiga, teman-teman.

Baca juga : Workshop dan Bedah Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan – Begini Loh Cara Buat Cerita Lucu

 

Latihan Menulis

Abis ikutan workshop, abis ikutan kelas di grup-grup online, abis itu di praktekin gak? dipraktekin sih tapi cuma sekali. hihihi...😁
what!!!   kayaknya ini nih biang keroknya.
"Saya kurang Praktek"

Dari semua pengalaman saya yang udah carut-marut(Lebay) dan membuat kebisingan di dunia tulis-menulis itu cuma satu masalahnya guys..saya kurang banyak latihan.

Saya sering terjangkiti penyakit malas berlatih. ada aja alesannya, capeklah, sibuklah, enggak ada waktulah.

Padahal tuh udah sering baca quote-quote salah satunya yang kayak gini:
Janganlah menunggu waktu luang untuk menulis, luangkanlah waktu untuk menulis

yups, seberapa jauhpun saya ikut workshop menulis dan seberapa hebat pun guru yang mengajar itu semua akan sia-sia kalau gak pernah dipraktekin

Buat, temen-temen, oleh sebab itu setelah ikut workshop menulis, sebisa mungkin dipraktekkin ya, jangan kayak saya. Coa deh, apa-apa yang telah di sampaikan oleh pemateri di praktekin.

Misalnya mereka menyarankan, galilah ide dari sekeliling kita, coba praktekan. Apa aja sih ide yang bisa di ambil dari sekitar.

Misalnya di suruh menulislah sebebas mungkin, yah... seperti yang sedang saya lakukan ini. lakukanlah sebebas-bebasnya.

Karena sejatinya menulis adalah menuangkan segala ide yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan.

Kita akan merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi bab, bab menjadi sebuah buku. Se-simpel itukah? seharusnya sih iya.

Dulu saya agak sulit sekali untuk menulis, bukannya tidak mau menulis, sangat ingin malah, tetapi ada rasa malu kalau-kalau tulisan saya jelek, dan malu kalau ada yang baca.

Masih ada gak di sini yang kepikiran kayak gitu? sebetulnya, gak ada tulisan yang jelek. Yang ada adalah tulisan yang belum rapih. Sejelek-sejeleknya tulisan itu masih bagus karena udah ada bentuknya tinggal di edit.

Tapi kalau enggak pernah di tulis, apa yang mau di edit coba?

Menulis itu butuh pemicu.

Dulu saya sangat sulit sekali menemukan ide, bahkan sudah di pancing enggak muncul juga idenya, tapi sebetulnya ide itu enggak perlu di pancing, menulis aja maka ide akan datang dengan sendirinya, itu yang saya pelajari di workshop.

Percayalah setiap orang itu unik 

Menulis itu memang butuh latihan dan jam terbang, kalau setiap hari di latih dengan konsisten bukan enggak mungkin kita bisa sejago Mbak Asma Nadia, Mas Tere Liye, Bang Andrea Hirata dan penulis lain, bahkan mungkin bisa lebih jago (Ngarep boleh dong).

Karena kita menulis sesuai dengan karakter sendiri dan hal itu bikin kita unik. Setiap manusia itu berbeda dan punya ciri khas tersendiri.

Opps... udahaan dulu ya, kayaknya tulisan saya mulai melenceng kemana-mana, padahal saya cuma mau bilang.

Latihan itu perlu, kalau mau jago nulis.

Percuma juga punya satu rak buku tutorial menulis tapi enggak pernah dipraktekin.

Percuma teori setinggi langit
Tapi prakteknya seuprit.


Wake up guyss...

Yuk tuliskan kalimat pertamamu di blog, jangan berhenti sampai kamu lelah, dan kalimatmu pasti seperti enggak akan habis.

Gunakan saja metode bebas menulis, atau kalau kalian pernah denger istilah menulis tanpa ide yang saya ikuti di kelas menulis online Om Bud(Budiman hakim)

Metodenya seperti ini:
Gunakan nama benda di sekelilingmu maksimal 6 buah, lalu buatlah cerita berdasarkan kata benda itu, acak aja yang penting semua kata benda itu bisa masuk.

Lebih extrim keterkaitannya malah lebih bagus.

Misal : bulan, bantal, keybord, pesawat, mulut, tumit. Coba pasti akan jadi cerita yang seru.

Okeh, terlalu banyak kalam tidak bagus malah,tidak efisien kalau gitu saya akhiri aja ya.
Ingat.

LATIHAN... LATIHAN... LATIHAN...
Praktekin... Praktekin... Praktekin...

2 komentar

  1. Nah udah tau masalahnya kan? Cuma kok tetap nulisnya masih nyicil..satu setiap sebulan 😁😁😁

    Tambahin porsi latihannya...Buang malasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia Pak, Penyakit malesnya lagi kambuh dan akut banget kayaknya nih. heheheh..

      Hapus